Ketika hati ini merasa yakin untuk terpilih

Tapi hanya debu harapan yang didapat

Ketika hati ini merasa menemukan pelabuhan yang tepat

Tapi hanya laut yang kosong yang dilihat

Ketika hati ini merasa tak akan ada lagi pilihan

Tapi hanya kebimbangan yang dirasa

Ketika hati ini merasa tak ada lagi luka

Tapi hanya goresan yang terukir

Semua sirna disiram hujan mata

Yang sulit digambarkan dan dilukiskan

Namun hatimu yang slalu meyakinkan

Bahwa itu hanya sebuah sandiwara

Ketika setiap waktu mengintip hati

Untuk melihat apa yang terjadi

Namun, hati hitam itu tak bergerak

Hanya memandang dan menusuk

Kuat, teriak, lompat, mengumpat, tangisan

Semuanya terasa seperti gila dan bodoh

Serasa seperti gelap bagaikan buta ditengah malam

Bulan hanya memandang perihnya indah cahaya

Bisakah untuk meratapi lapang yang ramai

Bahkan keramaian dipandang untuk kesepian

Semuanya terasa bagaikan luka yang dalam

Hampa dan kosong

Tapi waktu hanya mengintip hati

Ini yang dirasa ketika kau pergi meninggalkan

Tanpa ada keikatan dan perjanjian

Yang ada hanyalah kebohongan

Dusta, perih, luka, tangisan

Menjadi satu jiwa dalam lukanya hati

Akankah waktu juga akan merasakan tangisan hati

Akankah malam yang selalu menemani

Akankah pagi yang mengusap pedihnya malam

Terasa seperti tak ada jawaban

Karena waktu hanya mengintip hati

NAMA            : CLAUDIA PASKAH RS

KELAS           : 4EB01

NPM               : 21209225

TULISAN      : AKUNTANSI INTERNASIONAL