Kata – kata itu mungkin di zaman sekarang sangatlah tidak familiar. Karena di dalam masyarakat sudah tidak ada lagi kepekaan terhadap keberadaan KOPERASI. Mungkin pada waktu kita masih duduk dibangku sekolah sangatlah sering kita mendengar tentang KOPERASI.  Tapi hanya kata “ ya sudah, kita cuman tahu aja, sisanya malas ahhhh, nggak peduli, malas ah sama yang namanya KOPERASI, ribet. Nggak terpakai lagi dalam dunia kuliah dan dunia kerja yang bakal saya ambil”. Kata – kata tadi yang membuat orang semakin nggak peduli sama KOPERASI. Sehingga mereka kurang tahu keuntungan lebih apa yang akan merka rasakan apabila mereka menjadi anggota KOPERASI. Namun dengan sikap dan pikiran seperti itu akan membuat mereka semakin tidak tahu bahwa KOPERASI merupakan suatu alat yang bisa membantu mereka dalam mensejahterakan kehidupan mereka. Koperasi pun tidak memaksa semua orang harus menjadi anggota KOPERASI. Berkoperasi sebenarnya berprinsip tanpa adanya paksaan dan dilakukan dengan sukarela, sesuai kebutuhan kita untuk berkoperasi. Koperasi sebenarnya penting bagi masyarakat di Indonesia tapi bagi masyarakat awam di Indonesia yang masih menganggap koperasi dengan pandangan sebelah mata dan belum banyak memahami tentang keuntungan dan manfaat koperasi karena kurangnya minat masyarakat. Sebenarnya masyarakat harus tahu dan mengerti, tanpa koperasi dulu perekonomian di INDONESIA tidak bisa berjalan. KOPERASI menjadi sokoguru perekonomian INDONESIA. Dilihat dari data statistik koperasi di situs International Cooperative Alliance (ICA:www.ica.coop) yang merupakan induk gerakan koperasi di dunia perkoperasian di luar negara Indonesia ternyata kondisinya bertolak belakang dengan kondisi koperasi di negara kita.

  • Di Argentina, terdapat lebih dari 17.941 komunitas koperasi dengan jumlah anggota mencapai 9,1 juta orang.
  • Di Belgia, terdapat 29.933 komunitas koperasi di 2001.
  • Di Kanada, empat dari sepuluh warga negara Kanada adalah anggota dari minimal satu koperasi . Bahkan di Quebec (salah satu propinsi terbesar di Kanada), tidak kurang dari 70% penduduknya merupakan anggota koperasi , sementara di Propinsi Saskatchewan terdapat 56% penduduk yang menjadi anggota koperasi .
  • Di Kolombia, data tahun 2005 menyebutkan bahwa lebih dari 3,3 juta orang menjadi anggota koperasi atau 8,01 % dari jumlah populasi penduduk Kolombia.
  • Di Kosta Rika Amerika Tengah, terhitung lebih dari 10% populasi penduduknya adalah anggota koperasi .
  • Di Finlandia, S-Group (salah satu bentuk Koperasi dan usaha bersama) mempunyai anggota individu sejumlah 1.468.572, di mana hal ini merepresentasikan 62 % rumah tangga penduduk Finlandia.
  • Di Jerman, terdapat 20 juta orang yang menjadi anggota koperasi. 1 dari 4 orang di Jerman adalah anggota koperasi.
  • Di Jepang, 1 dari setiap 3 keluarga adalah anggota koperasi .
  • Di Kenya Afrika, 1 dari 5 orang adalah anggota koperasi atau 5,9 juta dan 20 juta masyarakat Kenya secara langsung maupun tidak langsung menggantungkan hidupnya dari gerakan koperasi .
  • Di India, lebih dari 239 juta orang adalah anggota koperasi .
  • Di Malaysia 5,9 juta orang atau 24 % dari total jumlah penduduk Malaysia adalah anggota koperasi .
  • Di New Zealand, 40 % dari poulasi penduduk dewasa 40% adalah anggota koperasi dan usaha bersama.
  • Di Singapura, 50 % dari jumlah penduduk Singapura (1,6 juta orang) adalah anggota koperasi .
  • Di Amerika Serikat yang merupakan negara nenek moyangnya kapitalis, 4 dari 10 individu adalah anggota koperasi (25 %).
  • Bagaimana dengan di Indonesia? Sampai dengan tahun 2006, Kementrian Negara Koperasi dan UKM mencatat 27.776.133 orang di Indonesia adalah anggota koperasi

Mengapa di Indonesia, koperasi yang dikatakan sebagai sokoguru perekonomian di Indonesia kita justru belum bisa berbuat banyak? sedangkan, koperasi di berbagai belahan penjuru dunia selain di Indonesia, ternyata justru berperan penting dan sangat signifikan dalam menumbuhkan perekonomian suatu negara, sekaligus dapat menambah kesejahteraan masyarakatnya. sangat ironis bila bisa dilihat dalam daftar 300 koperasi terbaik di seluruh dunia yang dicatat oleh ICA General Assembly ICA Oktober 2007 di Singapura, di mana delegasi koperasi dari Indonesia belum ada satu pun yang berhasil masuk dalam daftar koperasi terbaik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negeri kapitalis Amerika Serikat, di mana koperasi di Amerika Serikat justru menjadi penyumbang delegasi terbanyak dalam 300 koperasi terbaik versi ICA dengan jumlah 67 Koperasi. Padahal kita mampu menjadi KOPERASI terbaik pada masa kepemerintahan PRESIDEN SOEHARTO. Karena itu menjadi tugas bersama bagi kita semua di Indonesia untuk  bersama-sama meniatkan hati dan membangun perekonomian negeri ini dengan cara berkoperasi, karena koperasi adalah badan usaha yang paling sesuai dan dengan nilai-nilai bangsa. Untuk itu harus ada komitmen yang kuat dari semua masyarakat Indonesia terutama para pemimpin, untuk bisa memajukan kembali koperasi sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Mari kita bergandeng tangan untuk memulai berkoperasi, yang sudah menjadi cita-cita bangsa kita sejak lama.

Namun dalam memajukan koperasi, kita harus membuat suatu gerakan. Agar gerakan ini mampu memotivasikan diri kita untuk memajukan Koperasi di Indonesia. GEMASKOP (Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi)

Belakangan ini kita dapat menyaksikan iklan layanan masyarakat yang terlihat kementrian koperasi Indonesia mulai menyerukan untuk masyarakat memulai kembali gerakan koperasi yang nyaman,aman,terkendali,efektif serta efisien. Pada dasarnya iklan layanan tentang koperasi tersebut menginginkan masyarkat untuk menumbuhkan kembali rasa kepercayaan terhadap koperasi.
Sosialisasi koperasi di Lakukan Semenjak Dini
Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Ke-menkop UKM) terus melakukan sosialisasi terhadap program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Ge-maskop). Gemas-kop akan dikampanyekan mulai dari Sekolah Dasar (SD). Gerakan pentingnya berkope-rasi sedang dan sudah dilakukan sejak dini yaitu di sekolah-sekolah.
Gerakan tersebut harus dilakukan sejak dini, di mana pendidikan koperasi bisa diterapkan di Sekolah Dasar, Dengan mensosialisasikan gerakan berkoperasi pada sekolah-sekolah dapat membantu para pelajar menumbuhkan rasa kebersamaan, memiliki dan tanggungjawab antar sesama siswa.
Koperasi sekolah (Kopsis) sangat membantu bagi para siswa untuk mengembangakan potensinya dalam bidang ekonomi dan sebagai latihan bertanggung jawab dan kemandirian siswa. Pembentukan Koperasi Sekolah dikalangan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan koperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pen-didikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini
Selain itu, pendirian koperasi di sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan sebagainya.
Dalam mendirikan koperasi sekolah, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang diharapkan. tujuan koperasi sendiri adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 45. pada dasarnya koperasi bisa menyerap tenaga kerja, mengurangi angka kemiskinan.

Cara Mendirikan Koperasi

koperasi hanya dapat didirikan bila memenuhi persyaratan dalam mendirikan koperasi. Syarat-syarat pembentukan koperasi berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 104.1/Kep/M.Kukm/X/2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian Dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi, adalah sebagai berikut :

a. Koperasi primer dibentuk dan didirikan oleh sekurang-kurangnya dua puluh orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama;

b. Pendiri koperasi primer sebagaimana tersebut pada huruf a adalah Warga Negara Indonesia, cakap secara hukum dan maupun melakukan perbuatan hukum;

c. Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi, dikelola secara efisien dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota

d. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi;

e. Memiliki tenaga terampil dan mampu untuk mengelola koperasi.

Syarat Keanggotan Koperasi

Yang diterima menjadi anggota Koperasi  ini ialah Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat sebagai berikut :

    1. Berusia 16 tahun keatas, Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (untuk anak dibawah usia 16 tahun, dapat menjadi anggota berdasarkan perwalian dari orang tua kandungnya yang juga sudah menjadi anggota Koperasi Mitra Teladan)
    2. Memenuhi kewajiban administrasi Pendaftaran, Simpanan Pokok (satu kali saja)  dan Simpanan Wajib tiap bulan yang dibayarkan sebelum tanggal 5 bulan yang bersangkutan, sesuai yang ditentukan serta Biaya administrasi bulanan
    3. Memahami Anggaran Dasar koperasi  ini dan telah menyetujui isi Anggaran Dasar dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
    4. Tidak tersangkut di dalam suatu usaha atau pekerjaan yang bertentangan dengan kepentingan Koperasi  ini.
    5. Walaupun keanggotaan Koperasi terbuka bagi setiap orang, namun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, Koperasi perlu mengadakan persyaratan bagi penerimaan anggota. Calon Anggota harus mendapat referensi dari orang yang sudah menjadi anggota Koperasi Mitra Teladan yang masih aktif (ASA = Anggota Sponsor Anggota)

    Kesimpulan : kita sebagai masyarakat di Indonesia harus lebih peka terhadap masalah – masalah yang sedang dihadapi oleh negara tercinta kita ini. Terutama masalah – masalah yang sering kita tak tahu dan sadari bahwa keberadaannya tuh ada. Contohnya Koperasi. Banyak Koperasi yang didirikan oleh pemerintah, namun banyak juga Koperasi tersebut gulung tikar ( bangkrut ) . Itu semua diakibatkan ketidakpedulian masyarkat terhadap koperasi. Makanya mulai dini, kita harus menanamkan kepada anak dan kepada seluruh masyarakat bahwa apabila kita menjadi anggota koperasi, kita akan mampu mensejahterakan hidup kita dan banyak keuntungan – keuntungan positif yang mampu membuat kita mnjadi seseorang yang luar biasa ketika kita terjun ke dunia koperasi. Lalu teriakkan kepada diri sendiri dan kepada seluruh masyarakat “ AYO KITA BERKOPERASI “ agar mereka mau untuk lebih mengenal koperasi itu apa dan mau langsung terjun ke dunia koperasi menjadi anggotanya.

    Refrensi :

    http://konidiana.blogspot.com/2010/11/ayo-berkoperasi.html

    http://eghasyamgrint.wordpress.com/2010/12/20/ayo-berkoperasi/

    NAMA           : CLAUDIA PASKAH RS

    KELAS           : 2 EB 01

    NPM             : 21209225

    JENIS           : TUGAS